Cara Tepat Hasilkan Bulir Padat

Cara Tepat Hasilkan Bulir Padat

Salah satu cara untuk mendapatkan hasil panen padi yang tinggi yaitu dengan memacu keluarnya bulir malai padi sebanyak mungkin. Karena kadangkala pada saat vegetative anakan padi keluar banyak, saat generative keluar malai yang panjang tetapi saat pengisian bulir tidak maksimal sehingga pada saat menjelang panen banyak bulir padi yang kosong dan akhirnya hasil panen rendah. Walaupun dosis dan cara pemupukan telah dilakukan sesuai anjuran tetapi hasil bulir padi yang dihasilkan sedikit bahkan seringkali petani memberikan pupuk kimia hingga melebihi dosis anjuran (over dosis) tetapi sekali lagi hasilnya tetap minim.

Mengapa hal ini terjadi?……Mengapa hasil panen yang didapatkan masih minim? Saat ini kebanyakan yang dilakukan petani adalah hanya terfokus pada saat pertumbuhan fase vegetative (bagaimana caranya agar daun padinya terlihat hijau saja) tetapi melupakan saat tanaman padi memasuki fase generative (padi pada saat pengisian) dimana pada saat fase pengisian ini dibutuhkan nutrisi yang tercukupi serta peran lebih dari mikroba.

Nutrisi yang dibutuhkan tanaman bukan hanya unsure hara makro saja (N, P, dan K) tapi unsure hara mikro juga harus tercukupi (Ca, Mg, Na, Cu, Zn, Mn, Fe, Mo, Co, B). Selain membutuhkan kedua unsure hara tersebut, tanaman padi juga sangat membutuhkan peran bakteri dalam siklus hidupnya karena bakteri selain dapat menyediakan unsure hara makro dan mikro, bakteri juga menghasilkan phytohormone. Pengertian dari phytohormone adalah senyawa dalam tumbuhan yang berfungsi untuk memacu kegiatan pembelahan sel dan pertumbuhan jaringan, untuk pertumbuhan pada saat tanaman padi memasuki fase vegetative maupun fase generative. Pada saat fase vegetative padi membutuhkan hormone untuk pembentukan akar, besar batang dan lebar daun. Sedangkan pada saat generative hormone dibutuhkan tanaman padi untuk mempercepat umur keluarnya malai, memaksimalkan keluarnya malai dan keseragaman keluarnya malai sehingga apabila hal tersebut dapat tercapai maka tidak akan ada bulir padi yang terjepit di dalam batang padi, karena apabila ada bulir padi yang terjepit dalam batang padi maka dapat dipastikan akan menghasilkan bulir padi kosong.

Lalu bagaimana cara mendapatkan bakteri penghasil phytohormone tersebut?
GDM merupakan Pupuk Organik Cair yang selain mengandung unsure hara makro dan mikro juga memiliki kandungan 7 bakteri di dalamnya. Bakteri tersebut adalah Bacillus brevis, Bacillus mycoides, Bacillus pumilus, Pseudomonas alcaligenes, Pseudomonas mallei, Klebsiella oxytoca dan Micrococcus roseus yang mana 7 bakteri ini merupakan bakteri tangguh dan pilihan, sehingga akan sangat membantu mempercepat pertumbuhan pembentukan akar, batang dan daun pada saat fase vegetative dan membantu mempercepat, memaksimalkan serta menyeragamkan keluarnya bulir pada malai padi. Malai padi akan dipaksa ditarik keluar semua dari batang sehingga tidak ada bulir padi yang terjepit dalam batang. Apabila bulir padi dapat keluar sempurna dari batang maka semua bulir akan dapat terisi penuh mulai dari ujung sampai pangkal malai yang akhirnya akan menambah bobot padi saat panen.

Keunggulan dari 7 bakteri GDM tersebut adalah saling bersinergi membentuk satu kekuatan yang akan membantu memaksimalkan pertumbuhan padi. Dan bakteri-bakteri GDM juga merupakan penghasil hormone auksin, sitokinin dan gibrelin yang fungsinya sebagai pertumbuhan dan memacu memaksimalkan keluarnya bulir padi, sehingga bulir padi dapat terisi sempurna dan mengurangi bulir padi yang kosong. Selain itu bakteri GDM juga dapat bertahan pada suhu 80°C, jadi walaupun di musim kemaraupun bakteri GDM akan terus bekerja dan berkembang biak untuk memaksimalkan tanaman padi.

Bagaimana dosis dan cara penggunaan POC GDM? Aplikasi POC GDM sangatlah mudah, yaitu dengan takaran 2 gelas air mineral per tangki semprotkan pada tanaman padi menjelang bunting dan pada saat padi bunting.

Jadi apabila kebutuhan akan unsur hara terpenuhi dengan baik dan bulir padi dapat keluar sempurna maka bulir padi pun akan terisi secara optimal dan hasil panen pun akan maksimal. Untuk itu selalu gunakan POC GDM pada fase vegetative dan fase generative agar pertumbuhan padi maksimal dan hasil panen optimal. Jangan biarkan ada bulir padi yang terjepit di batang padi dan jangan biarkan ada bulir padi kosong di tanaman anda.
GDM spesialis memaksimalkan keluarnya bulir padi !!!!!

Konsultasi Seputar PUPUK GDM 0812 2400 2400