Menguak Misteri Cara Memperbanyak Anakan Padi

Menguak Misteri Cara Memperbanyak Anakan Padi

Sesuai slogan “Banyak anak banyak rejeki” filosofi zaman nenek moyang ini sangat cocok diterapkan pada budidaya padi. Karena semakin banyak anakan produktif pada tanaman padi maka diharapkan akan semakin banyak bulir malai yang terbentuk dan saat panen pastinya akan diperoleh peningkatan produksi yang sangat tinggi. Oleh karenanya salah satu kunci sukses keberhasilan budidaya padi adalah dengan memperbanyak jumlah anakan padi.

Tapi bagaimana cara agar jumlah anakan pada tanaman padi dapat menjadi banyak?

Mari kita simak tips agar anakan tanaman padi dapat menjadi banyak :

  1. Pertama, Pada lahan sawah semprotkan POC GDM pada tanah sebelum tanam agar tekstur tanah yang awalnya keras menjadi gembur karena bakteri Micrococcus roseus dalam GDM berperan aktif menjadikan tanah keras menjadi gembur dan subur serta tiga bakteri golongan Bacillus (yaitu : Bacillus brevis, Bacillus mycoides dan Bacillus pumilus) dalam GDM mampu mengeluarkan enzim dan antibiotic untuk menghilangkan koloni jamur dan bakteri pathogen dalam tanah, sehingga tanah menjadi sehat dan tanaman lebih tahan serangan penyakit.
  2. Kedua, Pada saat tanam bibit padi sebaiknya pilih bibit padi yang berkualitas dan masih berusia muda yaitu antara 10-17 HSS (Hari Setelah Semai), semakin muda umur bibit padi tersebut maka potensi memproduksi anakan akan lebih banyak. Bibit yang berkualitas adalah mempunyai perakaran yang panjang, lebat dan sehat. Untuk mendapatkan bibit yang berkualitas aplikasikan GDM saat dipersemaian.
  3. Ketiga, Tambahkan unsur hara yang mempunyai kandungan Phosphor (P) sedini mungkin (2 hari sebelum tanam). Pada tanah sebenarnya telah mengandung unsure P yang tinggi tetapi unsure P tersebut tidak dapat terserap langsung oleh tanaman karena terikat oleh tanah, untuk itu diperlukan bakteri pengurai phosphor seperti bakteri Klebsiella oxytoca yang terkandung dalam POC GDM untuk mengurai phosphor yang terikat oleh tanah untuk diolah dan diberikan sebagai nutrisi bagi tanaman agar anakan padi memiliki akar yang sehat, lebat, kuat dan panjang.
  4. Keempat, Pemberian unsur Nitrogen (N) pada fase vegetative sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Unsur N juga berperan untuk pembentukan anakan padi, oleh karena itu saat proses awal terjadinya pembentukan anakan, unsur N ini harus tersedia dan tidak boleh terlambat. Unsur N dapat diperoleh dari bahan sintetis seperti Urea/ZA atau sebenarnya di udara sudah terkandungan unsure N yang tinggi yaitu berkisar 78% tapi unsur N yang ada di udara tidak dapat langsung terserap oleh tanaman tanpa bantuan bakteri. Klebsiella oxytoca merupakan bakteri dalam POC GDM yang bekerja menambat unsur N dari udara untuk diolah dan disediakan sebagai nutrisi bagi tanaman.
  5. Kelima, Saat tanam bibit padi jangan terlalu dalam dan cukup 1-2 cm. Hal ini penting dilakukan agar jumlah anakan produktif tanaman padi meingkat. Menanam bibit padi yang terlalu dalam akan sulit membuat usaha pembentukan anakan padi. Untuk meringankan maka tanamlah bibit tidak terlalu dalam dari permukaan tanah dan aplikasikan POC GDM karena kandungan bakteri Pseudomonas alcaligenes akan bekerja memaksimalkan pertumbuhan akar dan meningkatkan penyerapan unsur hara makro dan mikro untuk tanaman sehingga walaupun bibit ditanam tidak dalam tapi akar dapat masuk dalam ke tanah sehingga pertumbuhan padi akan lebih maksimal.
  6. Keenam, Pengairan yang harus dilakukan adalah dengan menerapkan system pengairan berselang (Intermitten) dimana pengairan ini memerlukan pengaturan kapan lahan digenangi dan dikeringkan. Jaga pemberian air pada tanaman padi secara periodik diairi lalu dibiarkan sampai kering (tanahnya pecah rambut) lalu diairi lagi demikian seterusnya. Selalu aplikasikan POC GDM agar pori-pori tanah terbuka dan tidak mengeras.
  7. Ketujuh, Jarak tanam jangan terlalu rapat apalagi jika tanahnya subur, walaupun anakan terbentuk banyak akan tetapi jika jaraknya terlalu rapat biasanya anakan tersebut menjadi kurang produktif. Sebaiknya gunakan sistem tanam jajar legowo. Jajar legowo 2:1 menghasilkan jumlah populasi tanaman paling banyak.
  8. Kedelapan, Semprotkan POC GDM pada saat tanaman padi berumur 10 HST dan diulangi setiap 10 hari sekali. Bakteri yang terkandung dalam GDM dapat menghasilkan hormon tanaman (ZPT) yang bermanfaat untuk itu merangsang keluarnya jumlah anakan lebih banyak, akar lebih panjang dan lebat, serta pertumbuhan lebih maksimal.
  9. Kesembilan, Berikan pupuk organik padat/granul untuk menambah Bahan Organik (BO) pada tanah, semakin tinggi bahan organik tanah maka semakin cepat bakteri GDM akan berkembang biak karena BO merupakan nutrisi bagi bakteri. Hal ini berhubungan erat dengan kondisi kesuburan tanah dan proses penyerapan unsur hara yang akan diberikan pada tanaman. Oleh karena itu jumlahnya sangat relatif tergantung kondisi tanah masing-masing petani.

Pada tanah yang subur, gembur dan kaya akan bahan nutrisi dan ragam bakteri akan membuat anakan padi tumbuh lebih banyak dan maksimal. Selalu aplikasikan POC GDM dengan 7 bakteri unggulnya yang langsung bekerja untuk menggemburkan, menyuburkan, dan memberikan Hormon (ZPT) pada tanaman sehingga anakan padi lebih banyak, sehat dan ujung-ujungnya panen yang didapatkan akan meningkat. Semakin banyak anakan produktif semakin banyak pula bulir malai isi padi didapatkan sehingga hasil panen meningkat dan pendapatan meningkat. Jadi untuk memperbanyak anakan produktif pada tanaman padi sangatlah mudah asalkan kita tahu caranya dan mau menerapkannya.

Konsultasi Seputar PUPUK GDM 0812 2400 2400