Tips Tanam Cabe agar Berbuah Super Lebat

Tips Tanam Cabe agar Berbuah Super Lebat

Kunci awal kesuksesan budidaya tanaman cabe adalah pemilihan waktu tanam yang tepat. Pemilihan waktu tanam ini erat kaitannya dengan faktor non tehnis maupun faktor tehnis. Faktor non tehnis berkaitan dengan hukum ekonomi, usahakan menanam pada saat petani lain (kompetitor) sedang tidak / belum membudidayakan tanaman yang sama, sehingga pada saat panen tiba harga jualnya masih tinggi. Termasuk juga perkiraan kapan permintaan akan komodity cabe ini sedang tinggi, sehingga waktu penanamannya dihitung mundur. Sedangkan faktor tehnis meliputi perhitungan iklim, terutama tentang ketersediaan air dan serangan hama penyakit.

Air memegang peranan penting dalam pertumbuhan dan produksi tanaman. Ketersediaan air dalam jumlah yang cukup harus diperhatikan terutama untuk tanah-tanah kering / tegalan. Setelah melakukan pesemaian dengan baik (bahan sebelumnya), langkah berikutnya adalah penanaman di lahan. Lahan yang sudah diolah sedemikian rupa, dibentuk bedengan dan ditutup dengan mulsa plastik hitam perak yang telah dilubangi sesuai dengan jarak tanam cabe.

Langkah pertama lahan yang sudah siap tanam tadi diairi dengan cara di “leb” sehari sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan kapasitas lapang pada bedengan termasuk yang tertutup mulsa plastik. Media semai cabe di polybag kecil dipadatkan dengan menekan menggunakan dua jari tangan. Bibit cabe ditempatkan diantara jari telunjuk dan jari tengah, balik ploybagnya secara hati-hati tarik polybag. Usahakan dalam melepas polybag ini tanah tidak pecah atau tidak banyak akar yang terputus. Segera tanam pada lubang yang telah disediakan. Tutup dengan tanah halus atau kompos. Waktu penanaman akar tunggang (utama) jangan sampai tertekuk.

Setelah tertanam bibit cabedikocor dengan larutan Pupuk Organik Cair GDM 1 : 10 sebanyak 0,5 liter larutan per tanaman. Fungsi utama pemberian larutan POC GDM ini adalah untuk memberikan immunitas/daya tahan pada tanaman muda yang rentan terhadap cekaman lingkungan maupun serangan hama dan penyakit, sehingga bibit cabe lebih cepat “nglilir” atau tidak stress setelah pindah tanam. Selain itu waktu penanaman di lahan diusahakan pada sore hari.

Selanjutnya perawatan 10 hari pertama setelah tanam adalah penyiraman dilakukan 2 kali sehari pagi dan sore atau tergantung kondisi lingkungan. Demikian tips yang sangat mudah ini, tetapi jika dilakukan dengan benar maka hasilnya sangat menakjubkan. Selamat mencoba.

Konsultasi Seputar PUPUK Organik Cair GDM 0812 2400 2400