Usir Wereng Pada Padi Dengan Pupuk Organik Cair GDM

Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduknya menanam padi. Tetapi belakangan ini hasil panen padi sering menurun akibat serangan hama yang luar biasa dahsyatnya dan hama yang paling sering menyerang adalah wereng. Hama wereng pertama kali dilaporkan sebagai hama pada tanaman padi di Indonesia tahun 1854 oleh Stal (Mochida et al. 1977), dan sampai saat ini merupakan hama penting padi di Indonesia. Hama ini mampu membentuk populasi cukup besar dalam waktu singkat dan merusak tanaman pada semua fase pertumbuhan dengan cara menghisap cairan pelepah daun dan berperan sebagai vektor virus kerdil rumput dan virus kerdil hampa (Baehaki 1989 didalam DBPT 1992). Hama wereng sebelumnya termasuk dalam hama sekunder. Berubahnya hama wereng menjadi hama primer/penting karena adanya penyemprotan pestisida yang tidak tepat pada awal pertumbuhan tanaman, sehingga dapat membunuh musuh alami (Syam & Wurjandari 2003).

Setidaknya ada beberapa jenis wereng yang menyerang padi, yaitu wereng batang (plant hoper) yang terdiri dari wereng coklat (Nilaparvata lugens), wereng punggung putih (Sogatella furcifera), dan wereng daun (leaf hopper) yang terdiri dari wereng hijau (Nephotettix spp) dan wereng loreng (Recilia dorsalis).

Beberapa faktor yang menyebabkan perkembangan populasi hama wereng adalah proses tanam padi yang terus menerus sepanjang tahun dan tidak pernah ditanami tanaman lain selain padi, kemudian pengaruh jarak tanam padi yang terlalu rapat untuk varietas padi yang memiliki anakan banyak sehingga tercipta iklim mikro yang sesuai untuk perkembangan populasi wereng, penggunaan varietas padi yang memiliki hasil tinggi namun rentan terhadap hama wereng, pemberian pupuk Nitrogen (N) yang berlebihan, kondisi suhu lingkungan 18-30 ºC, kelembaban relatif antara 70-85%, dan penggunaan insektisida dengan tidak bijaksana yang mengakibatkan terbunuhnya musuh alami dan menimbulkan masalah resistensi serta resurgensi pada populasi hama wereng. Faktor yang paling sering dilakukan petani sehingga mendatangkan hama wereng adalah penggunaan pupuk Nitrogen secara terus-menerus dan berlebihan (over dosis) memberikan dampak negatif terhadap tanah, yaitu menyebabkan kadar bahan organik menurun, terjadinya polusi lingkungan, menurunnya aktivitas mikroorganisme tanah, terjadinya pemadatan tanah dan membuat batang padi menjadi lebih lunak dan manis sehingga hama wereng akan menyerang tanaman padi tersebut dengan cara menghisap dan mengeluarkan virus. Akibatnya tanaman padi menjadi kerdil, kuning bahkan mati kering.

Dampak negatif yang ditimbulkan serangan wereng adalah pada daun dan batang tanaman menjadi kuning, kemudian berubah coklat dan akhirnya seluruh tanaman mengering seperti disiram air panas (hopperburn). Selain itu wereng juga menularkan virus pada padi yang terserang. Pada tanaman yang terserang virus kerdil hampa menjadi kerdil, bagian daun seperti terpuntir, pendek, kaku dan berlekuk-lekuk, anakan bercabang dan malai hampa. Sedangkan tanaman yang terserang virus kerdil rumput menjadi kerdil, anakan banyak, daun menjadi pendek dan tidak keluar malai.

Oleh karenanya harus dilakukan upaya pencegahan dengan mengurangi atau mengunakan pupuk anorganik dengan kandungan Nitrogen sesuai dosis anjuran. Selain aktivitas mikroba tanah harus ditingkatkan karena penggunaan pupuk anorganik dan pestisida kimia selama bertahun-tahun membuat aktivitas mikroba tanah berkurang atau yang lebih parahnya lagi sudah tiadanya mikroba dalam tanah. Hal tersebut yang mengakibatkan tanaman rentan terhadap serangan hama wereng. Peran penting mikroba tanah adalah mengatur kecukupan nutrisi untuk tanaman sehingga tanaman akan selalu tercukupi kebutuhan nutrisinya. Hal ini dikarenakan karena bakteri memiliki kemampuan dapat menambat nitrogen dan menguraikan phospat dari alam dan akan disediakan untuk tanaman sesuai fase pertumbuhan tanaman tersebut. Sehingga tanaman padi tidak akan pernah kekurangan nutrisi.

POC GDM merupakan salah satu pupuk yang mengandung 7 mikroba dan unsur hara makro dan mikro lengkap. Aplikasi POC GDM dapat mengurangi pemakaian pupuk anorganik hingga 50 % sehingga menghemat biaya pupuk. Selain dapat mengatur kebutuhan nutrisi tanaman mikroba juga mempunyai peran penting dengan melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit. Hal ini terjadi karena mikroba dapat menghasilkan enzim, toksin dan antibiotic yang dapat mengusir ataupun membunuh hama & penyakit tanaman. Mikroba pada POC GDM juga mempunyai peranan dapat merubah sellulosa pada batang padi menjadi lebih keras/kuat sehingga hama seperti wereng tidak suka dan tidak akan mendatangi tanaman padi tersebut kemudian memilih tanaman padi lain yang memiliki batang yang lebih empuk dan terasa manis seperti tanaman padi yang menggunakan pupuk anorganik dengan kandungan Nitrogen tinggi.

Selain peranan mikroba sangat penting untuk perkembanagan tanaman padi pada POC GDM juga mengandung unsur mikro seperti Na, Mg, Fe, Cu, Zn, Mn, B, Co, Ca dan Mo yang sangat penting untuk pertumbuhan tanaman padi. Walaupun yang dibutuhkan tanaman hanya dalam jumlah kecil, pupuk mikro sangat dibutuhkan tanaman. Selain untuk dapat membantu memperbaiki hara tanah yang hilang, pupuk mikro juga berfungsi sebagai antibodi tanaman terhadap serangan penyakit serta mampu mendukung peningkatan hasil panen. Bila unsur-unsur tersebut tidak terpenuhi maka yang sering terjadi adalah pertumbuhan tanaman terhambat dan tidak maksimal pertumbuhannya.

Tanah yang secara terus menerus dieksploitasi tiap tahunnya tanpa pernah berhenti bercocok tanam dan tidak pernah menambah unsur-unsur mikro di dalamnya, akan mengalami kemunduran dan menjadi miskin hara. Karena unsur haranya ikut terpanen bersamaan dengan tanaman yang dipanen. Oleh karena itu selain menambah unsur makro (N,P,K), maka unsur mikropun wajib ditambahkan mulai dari saat persiapan penanaman dan masa pemeliharaan tanaman. Dan pada POC GDM memiliki kandungan unsur mikro yang lengkap dan sangat dibutuhkan oleh tanaman padi.

Lalu bagaimana cara aplikasi POC GDM?

Aplikasikan POC GDM sejak awal dimulai dari lahan persemaian. Pada persemaian padi lakukan penyemprotan interval 1 minggu sekali dengan dosis 2 gelas air mineral per tangki. Pada saat pindah tanam lakukan penyemprotan ulang dengan interval waktu setiap 10 hari sekali dengan dosis tetap 2 gelas air mineral. Lakukan penyemprotan POC GDM setiap pagi hari dibawah jam 09.00 WIB atau sore hari di atas jam 16.00 WIB. Cucilah tangki terlebih dahulu untuk menghindari cairan kimia (pestisida) yang masih melekat di tangki agar kinerja mikroba pada POC GDM dapat bekerja maksimal.

Usaha paling tepat yang dilakukan agar tanaman padi terhindar dari serangan hama wereng yaitu dengan melakukan tindakan pencegahan sedini mungkin dimulai dengan memilih benih padi varietas tahan wereng, lakukan pola tanam serempak, tanam jajar legowo dan waktu panen yang bersamaan dapat mencegah terjadinya kerusakan oleh hama wereng. Kurangi penggunaan pupuk N yang berlebihan dan aplikasikan POC GDM pada tanaman padi karena akan menambahkan unsur mikro yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan dan antibodi,  selain itu 7 mikroba yang terkandung di dalamnya dapat menghasilkan enzim, toksin dan antibiotik yang dapat memperkuat batang sehingga tidak disukai hama wereng.

POC GDM jadikan tanaman padi tumbuh subur, hama wereng Kaburrrr…

Konsultasi Seputar PUPUK Organik Cair GDM 0812 2400 2400